Bagikan di:
     

Mengapa Anak Mendapat Nilai Buruk di Sekolah?

Mengapa Anak Mendapat Nilai Buruk di Sekolah?
Mengapa Anak Mendapat Nilai Buruk di Sekolah?

Apakah Anda dipusingkan oleh masalah akademis anak di sekolah? Nilai anak yang rendah, kekuatiran terhadap kelanjutan akademis anak atau mendapat panggilan dari sekolah cukup memberikan kerepotan tersendiri. Coba selidiki apa akar permasalahan kesulitan belajar si anak dan lakukan solusi agar hal ini tidak lagi mengganggu.

 

Kesulitan Belajar Anak

Seorang anak dianggap mengalami kesulitan belajar jika kemampuan membaca, menulis dan matematika lebih rendah dibandingkan dengan tingkat usia, hasil ukur kemampuan akademis dan intelegensianya. Artinya, terdapat perbedaan anatara hasil akademis yang dicapainya dengan rata-rata kemampuan optimalnya. Misalnya, hasil test IQ seorang anak menunjukkan angka 140 dan senang membaca ensiklopedia, tetapi di sekolah anak ini mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan tergolong hiperaktif sehingga selalu mendapatkan nilai buruk karena tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan gurunya.

Masalah ini tidak dapat dianggap sepele. Anak yang mengalami kesulitan belajar akan memperoleh nilai yang rendah di sekolahnya. Akibat lebih lanjut, anak menjadi tidak senang belajar, tinggal kelas atau mengalami Drop Out (DO) dari lembaga akademis akibat tidak memenuhi standar nilai yang harus dicapai.

Ada dua penyebab kesulitan belajar seperti ini. Yang pertama disebabkan faktor internal dan kedua karena faktor eksternal. Faktor internal sendiri terbagi atas dua faktor, yaitu karena faktor fisik dan faktor psikis. Sedangkan faktor eksternal terbagi atas faktor eksternal di dalam keluarga dan faktor eksternal di sekolah.

 

Faktor Internal

Faktor Internal: Fisik

Faktor fisik antara lain kecerdasan yang tidak sesuai dengan usia biologisnya, sistem saraf pusat yang belum matang, penyakit epilepsi/kejang, kurang gizi, gangguan sebelum kelahiran seperti kelainan kromosom, stress pada saat ibu mengandung, penyakit yang dialami ibu saat kehamilan, konsumsi obat-obatan, rokok atau alkohol saat ibu mengandung. Penyebab lainnya yaitu gangguan perinatal atau saat sekitar akan melahirkan misalnya, proses persalinan yang lama dan sulit, infeksi otak karena virus/bakteri, kekurangan gizi.

Faktor Internal: Psikis

Faktor psikis misalnya karena trauma untuk belajar karena pernah dipaksa dengan tekanan atau kekerasan untuk belajar, kesulitan berkonsentrasi karena gangguan untuk memusatkan perhatian, gangguan membaca (disleksia), berhitung (diskalkulia) dan menulis (disgrafia), gangguan kecemasan, mood yang labil atau karena stres setelah mengalami trauma tertentu.

 

Faktor Eksternal

Faktor Eksternal: Keluarga

Faktor eksternal antara lain karena keluarga yang tidak harmonis dan sering bertengkar yang mengganggu perkembangan psikis anak, proses pembiasaan belajar di rumah yang tidak menyenangkan, tidak ada teladan dari orangtua untuk belajar, tidak tegas atau tidak konsisten dalam mengasuh anak khususnya dalam hal mengasuh untuk belajar misalnya, saat belajar diajak pergi ke mal.

Faktor Eksternal: Sekolah

Faktor eksternal di sekolah antara lain karena kurikulum pelajaran yang tidak sesuai dengan kemampuan anak, cara guru mengajar yang tidak jelas, suasana dan tempat belajar di sekolah yang tidak mendukung atau adanya bullying (sikap menyakiti bisa berupa kata-kata atau secara fisik) dari teman sekolah.

 

Solusi Sulit Belajar

Solusi untuk anak yang mengalami kesulitan belajar tidak selalu sama untuk setiap anak, karena tergantung pada akar permasalahan dan kondisi lingkungan anak. Untuk mencari jalan keluar dalam masalah ini, Anda dapat mulai menyelidiki apa penyebab kesulitan belajar pada anak Anda. Beberapa contohnya seperti yang diberikan di atas, tetapi bisa juga karena hal lain yang tidak disebutkan.

Apabila telah mengetahui akar permasalahannya, Anda dapat mencoba mencari solusinya. Khususnya, jika kesulitan belajar karena faktor eksternal, solusi dapat segera dilaksanakan karena tidak menyangkut kemampuan fisik atau adanya masalah dari dalam diri anak Anda.

Komunikasi dengan teman hidup, anggota keluarga serumah, pengasuh dapat dilakukan agar tercipta suasana nyaman di dalam keluarga. Bicarakan bagaimana cara pengasuhan dan pembiasaan belajar yang tepat untuk anak. Untuk masalah di sekolah, penting agar orang tua menjaga komunikasi yang baik dan terbuka dengan guru. Orang tua dapat memberitahu masalah yang dihadapi anak dan meminta bantuan guru untuk membantu dan memberi perhatian kepada anak selama di sekolah. Komunikasi yang baik akan membantu guru untuk berbicara secara terbuka tentang bagaimana sikap anak selama di sekolah yang mungkin tidak diketahui orang tua sehingga menjadi masukan bagi orang tua untuk mendidik anak.

Jika kesulitan belajar disebabkan faktor internal, orang tua dapat menggunakan bantuan dari tenaga ahli, misalnya dengan berkonsultasi dengan dokter atau terapis. Jika diperlukan, orang tua dapat melakukan terapi-terapi unutk membantu meningkatkan kemampuan anak. Misalnya terapi wicara jika ada masalah dalam hal bicaranya, terapi integrasi sensorik-motorik, terapi remeridial untuk membantu memperbaiki konsep belajar, terapi okupasi untuk memperbaiki motorik halus sehingga anak dapat lebih baik untuk memegang pensil, menulis, dan menggambar.

Perhatian dan kasih sayang orang tua adalah bantuan terbesar untuk anak, termasuk bagi anak yang mengalami kesulitan belajar. Terus dukung dan tunjukkan rasa sayang untuk anak Anda.