Kumpulan InfoKeuanganKarirTidak Stres Walau Dipecat
Tidak Stres Walau Dipecat
"Anda dipecat!" Kata-kata yang menakutkan untuk setiap karyawan. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Kumpulan.info - "Anda kami berhentikan dengan hormat!" Kata-kata tersebut merupakan kata yang mengerikan bagi banyak karyawan di suatu perusahaan. Dipecat atau di-PHK memang tidak menyenangkan. Selain akan menimbulkan masalah ekonomi, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga dapat menimbulkan beban emosi yang menyebabkan stres atau depresi. Bagaimana mengatasi masalah-masalah ini?


Mengatasi Beban Emosi

Hal yang membebani bagi seseorang yang diberhentikan dari pekerjaannya adalah kekuatiran tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup. Terlebih lagi jika Anda sebagai kepala keluarga atau tulang punggung keluarga. Di samping itu, dengan tidak bekerja dapat meruntuhkan harga diri seseorang.

Daripada menghabiskan energi untuk menguatirkan sesuatu berlebihan, akan lebih baik jika Anda menggunakan energi tersebut untuk melakukan hal yang lebih berguna. Pikirkan juga bahwa hidup akan berjalan, dan tidak perlu memikirkan hal yang sudah terjadi karena hal tersebut tidak dapat diulang. Lagipula, belum tentu semua yang Anda takutkan akan terjadi.

Terlalu menyesali yang sudah terjadi juga dapat membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Jika Anda sakit, tentu akan membuat keluarga Anda semakin sulit dan merasa sedih. Maka jika Anda menyayangi mereka, berusahalah untuk tetap tenang dan mencari solusi dari masalah yang sudah terjadi.

Cara lain mengatasi masalah emosi adalah dengan merasa puas dengan keadaan yang ada. Berkurangnya penghasilan akibat PHK mungkin akan membuat Anda tidak bisa menikmati gaya hidup seperti sebelumnya. Semakin Anda memikirkan untuk menjalankan gaya hidup seperti sebelumnya, akan membuat Anda semakin tertekan. Lihatlah keadaan orang lain yang gaya hidupnya lebih sulit dari Anda sehingga Anda dapat bersyukur dengan keadaan Anda sekarang walaupun Anda harus menyederhanakan kehidupan.

 

Mengatasi Masalah Keuangan

Mau tidak mau, Anda harus berhemat akibat berkurangnya pendapatan akibat tidak bekerja. Salah satu cara agar dapat berhemat adalah dengan membuat anggaran rumah tangga keluarga. Dengan perencanaan yang matang, Anda dapat memiliki dana cadangan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Hal yang sama juga berlaku untuk Anda yang masih bekerja. Sebaiknya bagi Anda yang masih bekerja dibuat juga anggaran pendapatan dan pengeluaran keluarga, agar uang dari penghasilan tidak habis begitu saja dan dapat digunakan untuk keperluan tidak terduga.

 

Tips Membuat Anggaran

Dalam membuat anggaran, beberapa hal yang harus dicatat adalah:

  • Masukkan semua pendapatan yang diperoleh keluarga. Misalnya, pendapatan suami, istri atau anggota keluarga lain.
  • Tulis semua pengeluaran dan pecah menjadi beberapa kategori. Misalnya, pengeluaran wajib setiap bulan seperti biaya listrik, telepon, iuran sekolah, dll. Pengeluaran tidak wajib seperti biaya untuk hiburan, membeli perabot, dll. Jika pengeluaran dilakukan dengan uang tunai, Anda dapat menggunakan sistem amplop, yaitu dengan memasukkan uang ke dalam amplop-amplop yang sudah diberi kategori sejumlah uang yang sudah ditetapkan.
  • Sisihkan sejumlah uang setiap bulan untuk menabung. Hal ini, khususnya bagi Anda yang masih bekerja. Anda mungkin tidak merasa kekurangan dana, sehingga dapat menggunakan uang seenaknya. Tetapi, menabung sebagian uang merupakan hal yang penting. Dalam menabung hendaknya disisihkan secara rutin dan dalam jumlah yang sudah ditetapkan.

Penjelasan selengkapnya dapat Anda baca dalam artikel: Mengatasi Masalah Keuangan.

 

Kendalikan Uang Anda

Selain membuat anggaran, Anda dapat meminimalkan pengeluaran uang dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Buat catatan saat akan berbelanja

    Anda hanya boleh membeli barang-barang yang ada di catatan. Dengan mencatat, perhatian seseorang tidak akan tersimpangkan keinginan untuk membeli barang-barang lain saat berbelanja.
  • Pikirkan sekali lagi sebelum membeli

    Menurut survei, kebanyakan seseorang membeli sesuatu hanya berdasarkan keinginan saja atau mungkin karena ada diskon. Padahal barang tersebut tidak diperlukan. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli, pikirkan, apakah barang tersebut benar diperlukan? Apakah lebih ekonomis untuk membeli atau menyewa? Apakah ada benda lain yang bisa digunakan yang memiliki fungsi yang sama dengan benda yang akan dibeli ini?
  • Hitung biaya transportasi

    Beli barang di tempat yang dikenal murah, tetapi perlu diperhitungkan biaya transportasinya. Apakah harga barang ditambah biaya transportasi masih lebih murah?
  • Jangan terlalu sering belanja

    Berbelanja selain dapat menimbulkan godaan untuk membeli barang yang tidak diperlukan, juga akan menghabiskan biaya transportasi, biaya makan, minum, dan lainnya yang tanpa sadar menguras kantong Anda.
  • Waspada kartu kredit

    Menggunakan kartu kredit saat membeli barang menjadi sangat mudah. Efeknya Anda dapat dibuat terlena karena saat berbelanja Anda tidak mengeluarkan uang sehingga seolah-olah masih ada cukup uang yang bisa diberikan barang lain. Namun, saat tagihan datang, Anda bisa dibuat kalang kabut mencari dana untuk membayar tagihan ini. Kartu kredit dapat mengacaukan anggaran karena sistem kartu kredit yang bayar belakangan, membuat dana cash Anda untuk bulan depan berkurang karena harus membayar tagihan kartu kredit bulan sebelumnya. Lihat artikel: Bijaksana Menggunakan Kartu Kredit.
  • Kreatif

    Cari solusi untuk mengatasi masalah keuangan Anda. Untuk berhemat, Anda dapat mencari ide kreatif membuat suatu benda yang bernilai ekonomis sehingga dapat dijual dan menjadi tambahan penghasilan. Menanam sayuran pada taman merupakan tindakan kreatif karena dapat dijual atau dimakan sendiri yang dapat membantu masalah keuangan Anda.

 

Pekerjaan Alternatif

Jika setelah beberapa waktu, Anda masih belum menemukan pekerjaan kembali, jangan putus asa. Masih banyak peluang pekerjaan yang bisa Anda lakukan. Anda tidak selalu diwajibkan untuk bekerja di suatu perusahaan. Beberapa alternatif pekerjaan bisa Anda tekuni, misalnya:

  • Freelance

    Anda bisa mencoba menjadi pekerja lepasan atau freelancer. Banyak hal positif yang bisa Anda lakukan jika menjadi freelancer. Baca tips menjadi freelancer pada artikel berikut: Sukses Bekerja Freelance.
  • Wirausaha

    Anda juga bisa mencoba usaha mandiri atau wirausaha. Banyak orang yang dengan tekun dan ulet mengelola bisnis milik sendiri dan lebih berhasil ketimbang menjadi karyawan.
  • Belajar keterampilan baru

    Jika Anda sulit menemukan pekerjaan di bidang pekerjaan Anda sebelumnya, mengapa tidak mencoba bidang pekerjaan lainnya? Misalnya dalam pekerjaan sebelumnya Anda adalah seorang tenaga di bidang keuangan. Mengapa Anda tidak mencoba misalnya menjadi tenaga kerja di bidang penjualan? Hal ini bisa meningkatkan kesempatan untuk mendapat pekerjaan kembali.

PHK atau dipecat bukanlah akhir segalanya. Jangan habiskan energi Anda hanya untuk kuatir secara berlebihan atau tertekan karena ingin menjalani gaya hidup seperti sebelumnya. Jangan lupa untuk terus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan baru. Usaha yang rajin dan gigih akan membuahkan hasil cepat atau lambat.

Topik: Karir

Silahkan baca artikel berikut

Artikel lainnya tentang: Karir

Tulis komentar