Kumpulan InfoKeluargaAnakBahaya Renovasi Rumah bagi Bayi
Bahaya Renovasi Rumah bagi Bayi
Perkembangan bayi sangat terpengaruh saat Anda sedang melakukan renovasi rumah.

Kumpulan.info - Apakah Anda berencana membuatkan kamar untuk bayi mungil Anda yang akan atau baru lahir? Karena kehadiran si kecil mungkin membuat Anda berencana melakukan renovasi rumah. Ada beberapa bahaya yang khususnya dapat membahayakan si kecil saat memerbaiki rumah Anda.


Dampak Negatif Renovasi Rumah

Suasana rumah akan berubah menjadi berantakan dan kotor saat melakukan renovasi yang dapat mengganggu. Maka, tidak disarankan melakukan renovasi saat ada bayi di dalam rumah. Beberapa hal yang memberi akibat buruk pada si kecil ketika melakukan perbaikan rumah antara lain:

  • Stres pada ibu atau pengasuh

    Suasana rumah yang berantakan dan kotor dapat membuat ibu atau pengasuh menjadi kurang nyaman. Bertambahnya pekerjaan mungkin dialami bunda karena harus mengawasi atau membersihkan rumah. Keadaan stres yang dialami ibu atau pengasuh dapat memengaruhi bayi. Khususnya pada ibu, karena adanya ikatan batin yang kuat, maka jika ibu mengalami stress, bayi akan mengalami ketidaknyamanan dan menjadi rewel.
  • Polusi udara di dalam rumah

    Renovasi rumah mengakibatkan udara menjadi kotor. Bau dari semen, cat, lem menimbulkan bau yang tidak sedap dan bahayanya lagi, aroma tersebut bersifat racun karena berasal dari zat-zat kimia. Tidak saja berbahaya bagi bayi, aroma ini juga tidak baik baik orang dewasa. Selain aromanya, renovasi juga menimbulkan debu yang dapat mengganggu pernapasan. Debu yang berasal dari adukan semen, tembok yang dibongkar, atau dari barang-barang yang dipindahkan. Debu juga dapat mencemari pakaian bayi yang sedang dijemur. Gangguan pernapasan, iritasi mata, mual atau sakit kepala dapat menyerang sebagai akibatnya.
  • Polusi suara dalam rumah

    Suara dari alat-alat tukang akan mengganggu kenyamanan bayi. Suara pembicaraan tukang saat bekerja, ketokan palu saat digunakan, bor, gergaji listrik, atau peralatan mesin lainnya adalah sumber dari polusi suara. Ini dapat membuat bayi merasa tidak tenang.
  • Resiko kecelakaan

    Saat merenovasi rumah, resiko bahaya kecelakaan dapat saja terjadi menimpa bayi atau pengasuh bayi. Kabel listrik yang keluar dari tempatnya, serpihan dari langit-langit, kayu-kayu di lantai, ceceran paku atau benda lainnya dapat menimbulkan resiko kecelakaan yang melukai.
  • Ruang gerak bayi yang terbatas

    Bayi mungkin hanya bisa berada di dalam kamar saat renovasi berlangsung. Bayi seolah-olah merasa terkurung di dalam kamarnya. Akibatnya, bayi dapat merasa bosan.

 

Sebaiknya Dilakukan Selama Renovasi

Renovasi rumah memang tidak menyenangkan dan dapat membahayakan bagi bayi. Maka, tidak dianjurkan untuk melakukan renovasi ketika ada bayi di dalam rumah, mengingat bayi yang sensitif dan masih rentan terhadap penyakit. Jika Anda tetap harus melakukan renovasi atau perbaikan rumah, hal-hal berikut sebaiknya dilakukan selama renovasi:

  • Mengungsikan bayi

    Karena dapat membahayakan dan mengganggu kenyamanan bayi, sebaiknya sewa rumah atau kamar kost sebagai tempat tinggal bayi selama renovasi berlangsung. Atau, jika memungkinkan, biarkan bayi beserta ibu atau pengasuhnya tinggal di rumah keluarga atau kerabat.
  • Bayi diasuh secara eksklusif

    Maksudnya, ibu atau pengasuh bayi tidak terlibat dalam pekerjaan renovasi rumah agar bayi tidak tercemar dalam perawatannya. Akan berakibat tidak baik, jika pengasuh ambil bagian dalam renovasi rumah lalu bersentuhan dengan bayi. Tangan pengasuh atau bagian tubuh lainnya dapat tercemar zat-zat berbahaya dari bahan bangunan.
  • Gunakan bahan bangunan yang aman

    Pilih bahan bangunan yang tidak berbahaya atau mengandung zat kimia yang bersifat racun. Misalnya, pilih cat yang aman agar tidak membahayakan bagi bayi saat renovasi telah selesai. Perhatikan kandungan zat dari bahan bangunan pada label atau kemasannya.

 

Sebaiknya Dilakukan Setelah Renovasi

Setelah renovasi selesai dilakukan, tidak berarti rumah menjadi aman seluruhnya bagi bayi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan walau rumah telah selesai perbaikannya.

  • Singkirkan barang-barang yang membahayakan

    Peralatan pertukangan yang membahayakan sebaiknya disingkirkan atau disimpan dengan cermat. Paku, gunting, cat adalah contoh beberapa hal yang harus disingkirkan agar tidak menimbulkan kecelakaan yang tidak diinginkan.
  • Bersihkan perabot rumah

    Perabot atau funiture rumah yang sebelumnya dibungkus harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam rumah atau ruangan tertentu agar bebas dari debu yang dapat mengganggu saluran pernapasan bayi.
  • Ruangan dibiarkan terbuka

    Rumah yang baru selesai direnovasi sebaiknya tidak langsung ditempati dengan segera karena aroma dari bahan bangunan atau cat belum hilang benar. Maka, selama beberapa minggu biarkan ruangan terbuka agar aroma dari dalam rumah dapat tergantikan dengan udara luar.
  • Jangka waktu bagi bayi untuk menempati ruangan

    Kamar bayi yang baru dicat jangan langsung ditempati karena dapat mengganggu kesehatan bayi. Tunggu sampai 4-8 minggu sebelum ditempati dan selama jangka waktu tersebut biarkan kamar bayi tetap terbuka agar aroma cepat hilang. Sedangkan untuk lantai yang dilapisi parket, butuh waktu sekitar 8 minggu untuk aman ditiduri atau bersentuhan dengan bayi. Pastikan agar aroma lem dan coating benar-benar hilang.

Bayi yang masih sensitif dan mudah sakit sudah sepantasnya dilindungi dari hal-hal yang membahayakan yang terdapat saat melakukan renovasi rumah. Perhatikan dengan cermat dan minimalkan hal-hal yang dapat mengganggu bayi jika Anda terpaksa melakukan renovasi saat ada bayi di rumah.

Topik: Bayi

Silahkan baca artikel berikut

Artikel lainnya tentang: Bayi

Tulis komentar